askep kdm berjudul mobilitas

LAPORAN PENDAHULUAN
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA PADA NY. “T”
DENGAN GANGGUAN MOBILITAS YANG BERHUBUNGAN DENGAN
CLOSE FRAKTUR ANTE BRACH SINISTRA
DI RUANG IGD – RSUD. R.A. BASOENI
MOJOKERTO

DI SUSUN OLEH:

KARTIKA
NIM: 02.11.223

PROGRAM DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO
TAHUN AKADEMIK 2011 – 2012

LAPORAN PENDAHULUAN

1. PENGERTIAN

– Mobilitas merupakan suatu kemampuan untuk bergerak secara bebas,mudah dan teratur, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktifitas guna untuk mempertahankan kesehatan. ( A. Aziz Alimur, 2005)

– Mobilitas fisik yaitu keadaan keika tseseorang mengalami atau bahkan beresiko mengalami keterbatasan fisik dan bukan merupakan immobile.
( Doenges, M.E, 2000)

– Jenis Mobilitas
1. Mobilitas Penuh

Merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas.

2. Mobilitas Sebagian

Merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan adanya suatu batasan dan tidak mampu bergerak secara bebas yang dikarenakan oleh adanya gangguan syaraf motorik dan sensorik pada area tubuh.

(A.Aziz Alimur, 2005)

2. ETIOLOGI

– Hambatan mobilitas fisik menggambarkan seseorang dengan keterbatasan kekuatan otot.

– Kekengganan untuk berusaha bergerak juga menjadi salah satu penyebab gangguan mobilitas.

– Kerusakan koordinasi yang mnyebabkan keterbatasan rantang gerak.

(A.Aziz Alimur, 2005)

3. PATOFISIOLOGI

– Berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan sekunder akibat gangguan neuromukular.

Truma jaringan Kelemhan otot

Tekanan Keletihan

Ketertabatasan aktifitas Gangguan pemenuhan nutrisi

Nyeri Fraktur

Cemas Ruang gerak terbatas

Gangguan mobilitas fisik Keterbatasan fisik
(Doenges, M.E, 2000)

4. TANDA DAN GEJALA

– Nyeri bila dilakukan pergerakan
– Adanya kelemahan otot
– Lemah
– Intergritas kulit
– Atropi pada psikomotorik
– Keletihan
– Cemas dan gelisah

5. PENATALAKSANAAN

a. Body Mekanik
Penggunaan organ secara efisien dan efektif sesuai dengan fungsinya.
Meliputi:

– Body Alighment (postur)
Postur yang baik yaitu menggunakan otot dan rangka secra benar,misalnya padaposisi duduk,berdiri dan lain-lain.

– Keseimbangan
Keseimbangan keadaan postur tubuh merupakan kesesuaian antara garis sumbu dengan sentralnya (gravitasi).

– Koordinasi Pergerakan Tubuh
Kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan seperti mengangkat benda.

b. Tindakan yang Berhubungan dengan Mobilitas dan Ambulasi

– Membantu klian untuk latihan ambulasi
– Membantu merubah posisi
– Memindah klien dan membantu untuk duduk
– Melatih ROM exercise
– Membantu klie turun dari tempat tidur dan berdiri.

c. Mencapai Kemandirian Penuhdalam Aktivitas Perawatan Diri.

6. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian

– Identitas Pasien
– Keluhan Utama
– Riwayat Kesehatan Sekarang
– Riwayat Kesehatan Dahulu
– Riwayat Penyakit Keluarga
– Pola Kebiasaan
1. Pola Nutrisi
2. Pola Eliminasi
3. Pola Personal Hygiene
4. Pola Istirahat
5. Pola Aktivitas
– Data Obyektif
– Pemeriksaan Fisik Head Totoe
a. Kepala
Inspeksi: Simetris, tidak terdapat ketombe, penyebaran rambut merata,
Palpasi: tidak terdapat benjolan dan bekas luka.
b. Mata
Inspeksi: Simetris,konjungtiva berwarna merah muda, sklera berwarna putih.
c. Hidung
Inspeksi: simetris, tidak terdapat labio palatoskisis, tidak terdapat tanda infeksi,
Palpasi: Tidak ada nyeri tekan.
d. Telinga
Inspeksi: Daun telinga simetris, tidak terdapat serumen (bersih), tidak terdapat pembesaran kelenjar mastoid.
e. Mulut
Inspeksi: Tidak sariawan, tidak terdapat labioskisis, warna bibir merah muda.
f. Leher
Inspeksi: Tidak ada benjolan.
Palpasi: Kelenjar tyroid: tidak ada nyeri tekan dan pembesaran.
Vena jugularis : tidak ada pembendungan.
g. Pemeriksaan Dada
Inspeksi : Bentuk dada simetris, irama pernapasan teratur.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan,getaran suara antara kiri dan kanan sama.
Auskultasi : tidak ada suara tambahan ronchi / wheezing.
h. Abdomen
Inspeksi : bentuk abdomen simetris,tidak ada lika bekas operasi.
Palpasi: tidak ada nyeri tekan pada semua abdomen.
Perkusi : tympani
Auskultasi : –
i. Ektrimitas atas
Inspeksi : simetris, tidak terdapat odem, jeri- jari lengkap dapat di gerkkan.
Palpasi ; tidak terdapat nyeri tekan dan tidak terdapat krepitasi.
j. Ekstrimitas bawah
Inspeksi : simetris,tidak ada odem, kedua kaki dapat di gerakkan, jari – jari lengkap.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan.

– Data Penunjang
a. Data Laboratorium
b. Terapi Medis

B. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan post SC
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan rasa nyeri
3. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan patah tulang.

C. Analisa Data

– Data
– Masalah
– Antisipasi Maslah Potensial
– Identifikasi Kebutuhan Segera

D. Intervensi
1. Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 60 menit di harapkan pasien dapat menejukkan peningkatan mobilitas.

2. Kriteria Hasil
– Adanya peningkatan mobilitas
– Aadanya peningktan kekuatan otot
– Pasien tidak lemah.
7. Dx: Gangguan Mobilitas Fisisk Berhubungan dengan Patah Tulang.

INTERVENSI RASIONAL
1.) Lakukan pendekatan dengan pasien dan keluarga pasien .

2.) Bantu pasien latihan gerak aktif

3.) Obsevasi TTV

4.) Kolaborasi dengan tim medis

5.) Kolaborasi dengan fisioterapidalam program latihan. – Menciptakan hubungan saling percaya antara pasien dan perawat.

– Mempertahankan kekuatan otot dan mobilisasi.

– Untuk mengetahui kondisi pasien dan mengetahui perkembangan pasien serta menentukan tindakan selanjutnya.

– Memberi terapi secara tepat, yang dihrapkan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.

– Memberi terapi dan meningkatkan kerjasama tim damn perawat.

8. IMPLEMENTASI

Pemberian asuhan keperawatan tanpa pelaksanaan dari serangkaian kegiatan sistematis berdasrakan perencanaan untuk mencapai hasil yang maksimal.

9. EVALUASI

Menilai tercapai atau tidaknya tujuan, dilihat dari perilaku pasien dan keluarga serta keadaan fisik, sebagai berikut :

a. Tujuan tercapai jika klien menunjukkan perubahan sesuai dengan standra yang telah ditetapkan.
b. Tujuan tercapai sebagian jika klien menunjukkan perubahan dari kriteria dan standar yang di tetapkan.
c. Tujuan tidak tercapai jika klien tidak menunjukkan perubahan kemajuan sama dan bahkan timbul masalah baru, kolaborasi dengan dokter yang merawat.

DAFTAR PUSTAKA

– Hidayat, A. Aziz Alimul, 2005. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC.
– Doenges, M.E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan . Jakarta: EGC

ASUHAN KEPERAWATAN
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA PADA NY.”T”
DENGAN GANGGUAN MOBILITAS YANG BERHUBUNGAN DENGAN
CLOSE FRAKTUR ANTE BRACHI SISNISTRA
DI RUANG IGD – RSUD. R.A. BASOENI
MOJOKERTO

DI SUSUN OLEH:

KARTIKA
NIM: 02.11.223

PROGRAM DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO
TAHUN AKADEMIK 2011 – 2012
ASUHAN KEPERAWATAN
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA PADA NY.”T”
DENGAN GANGGUAN MOBILITAS YANG BERHUBUNGAN DENGAN
CLOSE FRAKTUR ANTE BRACHI SISNISTRA
DI RUANG IGD – RSUD. R.A. BASOENI
MOJOKERTO

1. PENGKAJIAN

No. Registrasi : 049438
Ruang : IGD
Tanggal / Jam MRS : 09 – Maret – 2012 / 09.30 WIB
Tanggal / Jam Pengkajian : 09 – Maret – 2012 / 09.30 WIB
Diagnosa Medis : Close Fraktur Osteo Radius Sinistra1/3 Distal

 Identitas
a. Biodata

Nama : Ny.”T”
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 70 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Kemlagi – Gedeg – Mojokerto

b. Penangggung Jawab

Nama : Ny. “I”
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 42 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Swasta
Hubungan dengan Pasien : Anak Pasien
Alamat : Kemlagi – Gedeg – Mojokerto

 Keluhan Utama

Keluarga pasien mengatakan, bahwa ibunya mengeluh kesakitn pada tangan sebelah kiri sehingga tidak bisa di gerakkan.

 Riwayat Kesehatan Sekarang

Setelah mengalami kecelakaan (jatuh sendiri), pasien sudah tidak dapat menggerakkan tangannya yang sebelah kiri.

 Riwayat Kesehatan Dahulu

Keluarga pasien mengatakan, bahwa pasien tidak pernah menderita penyakit apapun, dan tidak pernah jatuh seperti sekarang ini.
Selain itu pasien juga tidak mempunyai penyakit menular atau menurun.

 Riwayat Kesehatan Keluarga

Keluarga pasien mengatakan, keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit menurun, sperti diabetes, paru – paru, hipertensi, dll.
Keluarga pasien juga tidak mempunyai riwayat penyakit menular seperti, HIV, hepatitis, dll.

 Pola Kebiasaan

Pola Kebiasaan Sebelum Sakit Saat Sakit
– Nutrisi
1. Makan

2. Minum
– 3X sehari, porsi sedangdengan lauk sayur
– 7 – 8 gelas /hari ± 1500 – 2000 cc

– 2X sehari, setiap makan habis
± 4 – 6 sendok.
– 7 – 8 gelas / hari
± 1500 – 2000 cc.

– Eliminasi
1. BAB

2. BAK
– 2X / hari
– Konsistensi lunak

– 5 – 6 X / hari
– Warna kuning, bau khas.
– 2X sehari,dibantu keluarga.
– Konsistensi lunak
– 3 – 4 X / hari, dibantu keluarga.
– Warna kuning,bau khas.
-Personal Hygiene
1. Mandi

2.Gosok gigi

3. Keramas

4. Ganti pakaian

– Di kamar mandi
– 2X / hari
– Pakai air dingin
– Mandi sendiri
– Memakai sabun

– Dikamar mandi
– 2X / hari
– Pakai air dingin

– Dikamar mandi
– 2X / hari

– Dikamar
– 2X / hari

– Di tempat tidur
– Di seka 2X / hari
– Pakai air dingin
– Tidak memakai sabun

– Di tempa tidur
– 2X / hari
– Pakai air dingin

– Tidak keramas

– Di atas tempat tidur
– 1X / hari
– Pola Istirahat

Tidur

– Siang 2 – 3 jam
– Malam 8 – 9 jam
– Uhan dan kegiatan nyenyak

– Siang 2 – 3 jam
– Malam 7 – 8 jam
– Tidur nyenyak
– Pola Aktivitas
– Segala kebutuhan dan kegiatan sehari – hari bisa dilakukan sendiri.
– Hanya bisa berbaring di tempat tidur.
– Segala kebuthan di bantu oleh keluarga.

2. Data Objektif

a. Pemeriksaan Umum

 K / U : Cukup
 Kesadaran : Composmentis
 GCS : 4 – 5 – 6
 Tekanan Darah (TD) : 160/ 90 mmHg
 Nadi : 81X / menit
 Respirasi Rate (RR) : 30X / menit
 Suhu : 36˚ C

b. Pemeriksaan Fisik

 Kepala
Inspeksi : Simetris, tidak terdapat bekas luka, penyebaran rambut rata.
Palpasi : Tidak terdapat benjolan dan bekas luka.

 Mata
Inspeksi : Simetris, raflek pupil normal, bersih, tidak anemis, sklera tidak ikterik

 Hidung
Inspeksi: simetris, tidak terdapat labio palatoskisis, tidak terdapat tanda infeksi.
Palpasi: Tidak ada nyeri tekan

 Telinga
Inspeksi: Daun telinga simetris, tidak terdapat serumen (bersih), tidak terdapat pembesaran kelenjar mastoid.

 Mulut
Inspeksi : Tidak sariawan, warna bibir merah muda, tidak terdapat labioskisis, lidah berwarna merah muda, gigi berlubang dan tidak lengkap atau kurang dari 28.

 Leher
Inspeksi: Tidak ada benjolan.
Palpasi: Kelenjar tyroid: tidak ada nyeri tekan dan pembesaran.
Vena jugularis : tidak ada pembendungan.

 Pemeriksaan Dada
Inspeksi : Bentuk dada simetris, irama pernapasan teratur.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan,getaran suara antara kiri dan kanan sama.
Auskultasi : tidak ada suara tambahan ronchi / wheezing.

 Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : bentuk abdomen simetris,tidak ada lika bekas operasi.
Palpasi: tidak ada nyeri tekan pada semua abdomen.
Perkusi : tympani
Auskultasi : –

 Ektrimitas Atas
Inspeksi : Tidak simetris, terdapat odem pada tangan bagian bawah sebelah kiri, jari – jari lengkap, dan tangan sebelah kiri tidak dapat di gerakkan.
Palpasi : Terdapat nyeri tekan dan terdapat krepitasi.
 Ekstrimitas Bawah
Inspeksi : simetris,tidak ada odem, kedua kaki dapat di gerakkan, jari – jari lengkap.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan.

3. Data Penunjang

 Diagnosa Medis : Close fraktur osteo radius sinistra 1/3 distal.
 Tanggal : 09 – Maret – 2012.
– Cek : 1. Foto Antebrachi Sinistra : Close fraktur osteo radius sisnistra 1/3 distal.
2. Foto Torax : – Paru – paru normal
– Tidak dapat penyempitan jantung

– EKG : > HR : 77 Bpm
> QTC : 379 ms
> PR : 147 ms
> RVS : 0,77 mv
> QRS : 80 ms
> SVI : 0.90 mv
> QT : 333 ms
> QRS Axis : 40,8 deg

– Data Laboratorium

Nama Pasien : Ny. “T” Tanggal: 09 – Maret – 2012 Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

1. Tes Fungsi Hati Angka Normal
o Bilirubin direct ……….. mg/dl 0,00 – 0,02
Total ……….. mg/dl < 1,00
o SGPOT …..39.. U/I L : 25 P : 21
o SGPT …18…. U/I L : 29 P : 22
o Total Protein ……….. g/dl 6 – 8
o Albumin ……….. g/dl 3,4 – 4,2
o Globumin ……….. g/dl 2,2 – 3,6
o Gamma GT ……….. U/I 5 – 38

2. Tes Fungsi Ginjal
o UREA …29,2. mg/dl 10 – 50 mg/dl
o KREATIN Serum …0,57. mg/dl L : 0,6 – 1,5 P : 0,5 – 12
o Asam Lirat ……….. mg/dl L : 3,4 – 7,7 P : 2,7 – 5,7
o Klierns Kreatin ……….. mg/dl 100 – 130 ml/liter

3. Tes Diabetes
o Gula darah Puasa ……….. mg/dl 80 – 110 mg/dl
o Gula Darah 2 jam pp …… mg/dl 110 – 140
o Gula Darah ACOCC ..11,4mg/dl 140
o HB AC ………… mg/dl 4 – 6

4. Tes Lemak
o Total Kolesterol ………… mg/dl 150 – 250
o HDL ………… mg/dl 45 – 65
o LDL ………… mg/dl < 150
o Tigliserida ………… mg/dl < 200

5. Elektrolit
o Na ………… mg/dl 136 – 144
o K ………… mg/dl 3,8 – 5,5
o G ………… mg/dl 97 – 113
o Ca ………… mg/dl 8,1 – 10,4

– Hasil Pemeriksaan Laboratorium Hematologi

Nama Pasien : Ny. "T" Tanggal: 09 – Maret – 2012 Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

– Hematologi Angka Normal
– Haematoglobin : 13,0 g/dl L: 13,4 – 17
P: 11,4 – 15
– Leucocyt : 11.900 / mm3 4800 – 10.700
– Eritrocyt : – L: 4,5 – 6,5jt
P: 3,8 – 5,8 jt
– Trombocyt : 301.000 / mm3 150.000 –
350.000
– LED : – L: <15
P: < 20
– Hitung Jenis
o EOS : 6,5 % 1 – 3
o BASO : – 0 – 1
o ST AH : 7,8 % 3 – 5
o SEGMENT : – 30 – 70
o LYMPO : 11,7 % 25 – 30
o MONO : – 3 – 7
– Hematrocirit ( PVC) : 97,9 % L: 40 – 50
P: 35 – 45
– Retikulosit : – 0,8 – 1,5 %
– Bleeding time : 2,00 menit 1 – 7
– Clotting time : 11,30 menit 5 – 15
– PPT : – –
– APTT : – –
– Golongan Darah ABO/Rh : – –
– Malaria : – –

– Hasil Laboratorium

Nama Pasien : Ny. "T" Tanggal: 09 – Maret – 2012 Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

o WBC : 11,9 X 103 / UL H
o Lymph # : 1,4 X 103 / UL
o Mid # : 0,8 X 103 /UL
o Gran # : 9,7 X 103 /UL H
o Lymph % : 11,7 % L
o Mid % : 6,5 %
o Gran % : 81,8 %
o HGB : 13,0 g/dl H
o RBC : 4,16 X 103 /UL
o HCT : 37,9 %
o MCV : 91,2 FL
o MCH : 31,2 Pg H
o MCHC : 34,3 g/dl
o RDW – CV : 14,5 %
o RDW – SD : 48,9 FL
o PLT : 301 x 103 /UL H
o MPV : 7,7 FL
o PDW : 15,5
o PCT : 0,231 %

 Terapi Medis :
– Infus RL, 20 tpm
– Injeksi ketorolac 30 mg

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan mobilitas berhubungan dengan gangguan patah tulang

III. ANALISA DATA

Nama Pasien : Ny. "T"
Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

1. Data

Ds : Keluarga pasien mengatakan, bahwa pasien mengeluh kesakitan pada tangan sebelah kiri.

Do : K/U : Cukup
Kesadaran : Composmentis , GCS : 4 – 5 – 6
TTV : TD : 160/90 mmHg
N : 81 X / menit
S : 36˚ C
RR : 30 X / menit
– Tangan kiri odem, terdapat krepitasi, nyeri gerak (+), tangan
sebelah kiri tidak bisa digerakkan.
2. Masalah
– Gangguan mobilitas berhubungan dengan patah tulang.

3. Antisipasi Masalah Potensial
( – )

4. Identifikasi Kebutuhan Segera
( – )
IV. INTERVENSI
Nama Pasien : Ny. "T"
Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

 Dx Keperawatan :
Gangguan mobilitas yang berhubungan dengan patah tulang tertutup ( close fraktur ) ekstrimitas atas – sinistra.

 Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 60 menit di harapkan
pasien dapat menunjukkan peningkatan mobilitas.

 Kriteria Hasil
-K/U baik
– Kesadaran Composmentis
– TTV : TD : 120/70 mmHg
N : 76 – 92 x / menit
S : 36,5˚C – 37,5 ˚C
RR : 16 – 24 x / menit
-Tangan tidak odem
– Tidak ada nyeri tekan
– Tangan bisa bergerak
– Tidak terdapat krepitasi

 Intervensi
1.) Lakukan pendekatan terapeutik dengan pasien dan keluarga pasien.
R/ : Menciptakan hubungan saling percaya antara pasien dan perawat.
2.) Banru pasien melakukan gerak aktif.
R/ : Mempertahankan otot dan moilitas fisik.
3.) Obsevasi TTV
R/ : Untuk mengetahui kondisi dan perkembangan pasien, serta untuk
menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya
4.) Kolaborasi dengan tim medis.
R/ : Memberi terapi secara tepat, yan diharapkan dapat mempercepat
proses penyembuhan.
5.) Kolaborasi dengan fisioterapi dalam progranm latihan.
R/ : Memberi terapi agar kekuatan mobilitas fisik kembali pulih.

V. IMPLEMENTASI

Tanggal / Jam : 09 – Maret – 2012 / 09.35 WIB
Nama Pasien : Ny. "T"
Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

 Dx :
Gangguan mobilitas yanag berhubungan dengan patah tulang.

1.) Melakukan pendekatan dengan pasien dan keluarga pasien.
• Dengan cara memberi salam,menyapa pasien dan keluarga pasien serta menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan.

2.) Observasi TTV
• TD : 160/90 mmHg
• N : 81x / menit
• S : 36 ˚C
• RR : 30x / menit

3.) Membantu pasien melakukan gerak aktif
• Dengan cara mengajarkan pasien untuk melakukan gerakan – gerakan yang ringan, seperti mengepalkan telapak tangan dan melepaskannya secara perlahan.

4.) Kolaborasi dengan tim medis.
• Infus RL, 20 tpm
• Injeksi ketorolac 3 X 30 mg.

5.) Kolaborasi dengan fisio terapi dalam program latihan.
• Mengkolaborasikan dengan dokter dan fisio terapi

VI. EVALUASI

Tanggal / Jam : 09 – Maret – 2012 / 10.00 WIB
Nama Pasien : Ny. "T"
Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

• S : Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien masih merasakan sakit pada tangan kirinya dan jika di gerakkan semakin terasa sakit.
• O :
TD : 160/90 mmHg
N : 81 X / menit
S : 36 ˚C
RR : 30 X / menit

– Tangan masih odem
– Masih terdapat nyeri tekan
– Tangan belum bisa bergerak
– Masih terdapat krepitasi.

• A : Masalah belum teratasi
• P : Intervensi dilanjutkan no: 1 dan 4
– Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga pasien.
o Senyum, menyapa dan menanyakan kondisi pasien.
– Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat dan terapi
o Infus RL, 20 tpm
o Injeksi ketorolac, 3 X 30 mg

VII. DATA PERKEMBANGAN

Tanggal / Jam : 09 – Maret – 2012 / 10.30 WIB
Nama Pasien : Ny. "T"
Umur : 70 tahun
Ruang : IGD

 Dx :
Gangguan mobilitas yanag berhubungan dengan patah tulang.

• S : Pasien mengatakan, bahwa rasa sakit pada tangannya sudah mulai
berkurang.Akan tetapi masih tidak bisa digerakkan.
• O :
K/U : Cukup
TD : 150/90 mmHg
N : 84 X / menit
S : 36,5 ˚C
RR : 24 X / menit

– Tangan masih odem
– Nyeri tekan sudah mulai berkurang
– Tangan belum bisa bergerak
– Krepitasi berkurang

• A : Masalah tertasi sebagian
• P : Intervensi dilanjutkan
Pasien di pindah ke ruang rawat inap, ruang argopuro RSUD R.A. BASOENI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s