askep kdm (kebutuhan dasar manusia)

LAPORAN PENDAHULUAN
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
DENGAN GANGGUAN RASA CEMAS DI RUANG ARGOPURO (BEDAH)
RSUD. R.A. BASOENI – MOJOKERTO

DI SUSUN OLEH:

KARTIKA
NIM: 02.11.223

PROGRAM DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO
TAHUN AKADEMIK 2011 – 2012

LAPORAN PENDAHULUAN

1. PENGERTIAN

– Kecemasan adalah keadaan dimana individu atau kelompok mengalami perasaan gelisah dan aktivasi sistem syaraf otonom dalam berespon terhadap ancaman yang tidak jelas atau nonspesifik. (Carpenito, 2000 : 9)

– Kecemasan merupakan suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang sering disertai dengan gejala fisiologis, yang biasanya dirasakan oleh pasien preoperatif. (David, 2003 : 96)

– Kecemasan merupakan gejolak emosi seseorang yang berhubungan dengan sesuatu diluar dirinya dan mekanisme diri yang digunakan dalam mengatasi permasalahan. (Asmadi, 2009 : 165)

2. ETIOLOGI
 Sebab – sebab terjadinya rasa cemas:

a) Perasaan takut
b) Rasa trauma, seperti perpisahan dan kehilangan
c) Penolakan terhadap eksistensi diri
d) Pengalaman pertama, seperti kehamilan pertama dan akan melakukan proses persalinan pertama kali.

(Asmadi , 2009 : 165)

3. PATOFISIOLOGI

( Asmadi , 2009)

 Skala Hars Cemas

Melalui skor dan item

o Skor > 6 : Tidak ada Kecemasan
o Skor 7 – 14 : Kecemasan ringan
o Skor 15 – 27 : Kecemasan sedang
o Skor > 27 : Kecemasan berat

4. MANISFESTASI KLINIK

 Tanda dan gejala timbulnya rasa cemas adalah :

a) Mempunyai firasat buruk, takut akan ketidakpastian
b) Merasa tegang, tidak tenang, gelisah , mudah terkejut
c) Takut sendirian
d) Gangguan pola tidur, mimpi – mimpi yang menegangkan.
e) Gangguan konsentrasi dan daya ingat
f) Keluhan – keluhan somatik, misalnya : rasa sakit otot dan tulang, berdebar – debar, sesak nafas, sakit kepala, dan lain sebagainya.

(Hawari , 2004)

 Faktor – faktor yang mempengaruhi rasa cemas :

a) Perubahan patologi dan penyebab penyakit
b) Trauma
c) Kekacauan hubungan sosial dan keluarga
d) Konflik sosial dan budaya
e) Perubahan fisiologis yang normal (Pubertas, menstruasi, kehamilan dan menopause). (Esperanza , 1997)
5. PENATALAKSANAAN DAN TERAPI

a) Pendekatan – pendekatan psikodinamika
(Mengambangkan tingkah laku yang adaptif)
b) Pendekatan – pendekatan humanistik
bekat –bakat serta perasaan – perasaan mereka yang sesungguhnya)
c) Pendekatan – pendekatan biologis
(Biasanya menggunakan variasi obat –obatn untuk mengobati gangguan kecemasan. Misalnya valium dan xanax)
d) Pendekatan – pendekatan belajar
( Usaha untuk membantu individu menjadi lebih efektif dalam menghadapi situasi yang menjadi penyebab munculnya kecemasn)

6. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian

– Identitas Pasien
– Keluhan Utama
– Riwayat Kesehatan Sekarang
– Riwayat Kesehatan Dahulu
– Riwayat Penyakit Keluarga
– Pola Kebiasaan
1. Pola Nutrisi
2. Pola Eliminasi
3. Pola Personal Hygiene
4. Pola Istirahat
5. Pola Aktivitas
– Data Obyektif
– Pemeriksaan Fisik Head Totoe
a. Kepala
Inspeksi: Simetris, tidak terdapat ketombe, penyebaran rambut merata,
Palpasi: tidak terdapat benjolan dan bekas luka.
b. Mata
Inspeksi: Simetris,konjungtiva berwarna merah muda, sklera berwarna putih.
c. Hidung
Inspeksi: simetris, tidak terdapat labio palatoskisis, tidak terdapat tanda infeksi,
Palpasi: Tidak ada nyeri tekan.
d. Telinga
Inspeksi: Daun telinga simetris, tidak terdapat serumen (bersih), tidak terdapat pembesaran kelenjar mastoid.
e. Mulut
Inspeksi: Tidak sariawan, tidak terdapat labioskisis, warna bibir merah muda.
f. Leher
Inspeksi: Tidak ada benjolan.
Palpasi: Kelenjar tyroid: tidak ada nyeri tekan dan pembesaran.
Vena jugularis : tidak ada pembendungan.
g. Pemeriksaan Dada
Inspeksi : Bentuk dada simetris, irama pernapasan teratur.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan,getaran suara antara kiri dan kanan sama.
Auskultasi : tidak ada suara tambahan ronchi / wheezing.
h. Abdomen
Inspeksi : bentuk abdomen simetris,tidak ada lika bekas operasi.
Palpasi: tidak ada nyeri tekan pada semua abdomen.
Perkusi : tympani
Auskultasi : –

i. Ektrimitas atas
Inspeksi : simetris, tidak terdapat odem, jeri- jari lengkap dapat di gerkkan.
Palpasi ; tidak terdapat nyeri tekan dan tidak terdapat krepitasi.
j. Ekstrimitas bawah
Inspeksi : simetris,tidak ada odem, kedua kaki dapat di gerakkan, jari – jari lengkap.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan.

– Data Penunjang
a. Data Laboratorium
b. Terapi Medis

B. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan rasa cemas

C. Analisa Data

– Data
– Masalah
– Antisipasi Maslah Potensial
– Identifikasi Kebutuhan Segera

D. Intervensi

1. Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 X 24 jam diharapkan rasa cemas pasien dapat berkurang.

2. Kriteria Hasil

– Keadaan umum membaik
– Pasien tampak tenang
– Pasien tidak tampak kesakitan
– Pasien merasa nyaman
– Pasien sudah tidak menanyakan penyakitnya

7. Dx: Gangguan Rasa Cemas.

INTERVENSI RASIONAL
1.) Lakukan pendekatan dengan pasien dan keluarga pasien .

2.) Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman

3.) Obsevasi TTV

4.) Kolaborasi dengan tim medis

5.) Memberikan tehnik relaksasi dan distraksi – Menciptakan hubungan saling percaya antara pasien dan perawat.
– Dengan memberikan lingkungngan yang tenang dan nyaman membuat pasien bisa beristirahat dengan tenang.

– Untuk mengetahui kondisi pasien dan mengetahui perkembangan pasien serta menentukan tindakan selanjutnya.

– Memberi terapi secara tepat, yang dihrapkan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.

– Tehnik relaksasi untuk mengurangi ketegangan otot dan pengalihan perhatian sehingga dapat mengurangi rasa cemas

8. IMPLEMENTASI

Pemberian asuhan keperawatan tanpa pelaksanaan dari serangkaian kegiatan sistematis berdasrakan perencanaan untuk mencapai hasil yang maksimal.

9. EVALUASI

Menilai tercapai atau tidaknya tujuan, dilihat dari perilaku pasien dan keluarga serta keadaan fisik, sebagai berikut :

a. Tujuan tercapai jika klien menunjukkan perubahan sesuai dengan standrat
yang telah ditetapkan.
b. Tujuan tercapai sebagian jika klien menunjukkan perubahan dari kriteria dan standar yang di tetapkan.
c. Tujuan tidak tercapai jika klien tidak menunjukkan perubahan kemajuan sama dan bahkan timbul masalah baru, kolaborasi dengan dokter yang merawat.
DAFTAR PUSTAKA

 Andaners (2009) .Konsep Cemas, Sters dan Adaptasi. http // andaners. WordPress.com
 Asmadi (2009) . Tehnik Prosedural Keperrawatan Konsep Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta : Salemba Medika.
 Http : // respository . USU .ac .id / bitstream // chapter II.
 Http : // Pembaharuan keluarga . wordpress.com.

ASUHAN KEPERAWATAN
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA PADA Nn.” E”
DENGAN GANGGUAN RASA CEMAS DI RUANG ARGOPURO (BEDAH)
RSUD. R.A. BASOENI – MOJOKERTO

DI SUSUN OLEH:

KARTIKA
NIM: 02.11.223

PROGRAM DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO
TAHUN AKADEMIK 2011 – 2012
ASUHAN KEPERAWATAN
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA PADA Nn. ” E”
DENGAN GANGGUAN RASA CEMAS DI RUANG ARGOPURO
RSUD. R.A. BASOENI – MOJOKERTO

1. PENGKAJIAN

No. Registrasi : 214056
Ruang : Argopuro
Tanggal / Jam MRS : 27 – 02 – 2012 / 12.30 WIB
Tanggal / Jam Pengkajian : 28 – 02 – 2012 / 15.30 WIB
Diagnosa Medis : Osteosarcoma (kanker tulang)

 Identitas
a. Biodata

Nama : Nn. “E”
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 19 tahun
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Pekerjaan : –
Alamat : Kemlagi – Gedeg – Mojokerto

 Keluhan Utama

Pasien mengatakan , ” saya susah tidur dan merasa cemas dengan penyakit yang saya derita saat ini.”

 Riwayat Kesehatan Sekarang

Pasien mengatakan, ” saya mersa cemas karena setelah kecelakaan pada tanggal 01 – 02 – 2012 , jam 07.30 WIB, rasa sakit di lutut saya tidak kunjung sembuh dan semakin tersa sakit.
Pada waktu sebelum masuk rumah sakit saya hanya mengantisipasinya dengan obat penghilang rasa nyeri saja.
Akan tetapi rasa sakit masih tetap ada,oleh karena itu akhirnya saya bawa ke RS. R.A. Basoeni. Dan oleh pihak rumah sakit dianjurkan untuk rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut dan perawatan yang intensif.
Akhirnya saya memutuskan untuk rawat inap tanggal 27 – 02 – 2012 dan saya di rawat di ruang argopuro (bedah).”

 Riwayat Kesehatan Dahulu

Pasien mengatakan, ” saya tidak pernah merasa secemas ini sebelumnya, karena pada waktu sebelum kecelakaan saya tidak pernah menderita penyakit seperti sekarang ini”

 Riwayat Kesehatan Keluarga

Keluarga pasien mengatakan, keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit menurun, sperti diabetes, paru – paru, hipertensi, dll.
Keluarga pasien juga tidak mempunyai riwayat penyakit menular seperti, HIV, hepatitis, dll.

 Pola Kebiasaan

Pola Kebiasaan Sebelum Sakit Saat Sakit
– Nutrisi
1. Makan

2. Minum
– 3X sehari, porsi sedangdengan lauk sayur
– 7 – 8 gelas /hari ± 1500 – 2000 cc

– 2X sehari,makan bubur, setiap makan habis
± 4 – 6 sendok.
– 7 – 8 gelas / hari
± 1500 – 2000 cc.

– Eliminasi
1. BAB

2. BAK
– 2X / hari
– Konsistensi lunak

– 5 – 6 X / hari
– Warna kuning, bau khas.
– 2X sehari,dibantu keluarga.
– Konsistensi lunak
– 3 – 4 X / hari, dibantu keluarga.
– Warna kuning,bau khas.
-Personal Hygiene
1. Mandi

2.Gosok gigi

3. Keramas

4. Ganti pakaian

– Di kamar mandi
– 2X / hari
– Pakai air dingin
– Mandi sendiri
– Memakai sabun

– Dikamar mandi
– 2X / hari
– Pakai air dingin

– Dikamar mandi
– 2X / hari

– Dikamar
– 2X / hari

– Di tempat tidur
– Di seka 2X / hari
– Pakai air dingin
– Tidak memakai sabun

– Di tempa tidur
– 2X / hari
– Pakai air dingin

– Tidak keramas

– Di atas tempat tidur
– 1X / hari
– Pola Istirahat

Tidur

– Siang 2 – 3 jam
– Malam 8 – 9 jam
– nyenyak

– Siang 1 – 2 jam
– Malam 7 – 8 jam
– Tidur kurang nyenyak karena memikirkan penyakitnya
– Pola Aktivitas
– Segala kebutuhan dan kegiatan sehari – hari bisa dilakukan sendiri.
– Hanya bisa berbaring di tempat tidur.
– Segala kebuthan di bantu oleh keluarga.

2. Data Objektif

a. Pemeriksaan Umum

 K / U : Cukup
 Kesadaran : Composmentis
 GCS : 4 – 5 – 6
 Tekanan Darah (TD) : 110/ 70 mmHg
 Nadi : 120 X / menit
 Respirasi Rate (RR) : 24X / menit
 Suhu : 37,5˚ C

b. Pemeriksaan Fisik

 Kepala
Inspeksi : Simetris, tidak terdapat bekas luka, penyebaran rambut rata.
Palpasi : Tidak terdapat benjolan dan bekas luka.

 Mata
Inspeksi : Simetris, raflek pupil normal, bersih, tidak anemis, sklera tidak ikterik

 Hidung
Inspeksi: simetris, tidak terdapat labio palatoskisis, tidak terdapat tanda infeksi.
Palpasi: Tidak ada nyeri tekan

 Telinga
Inspeksi: Daun telinga simetris, tidak terdapat serumen (bersih), tidak terdapat pembesaran kelenjar mastoid.

 Mulut
Inspeksi : Tidak sariawan, warna bibir merah muda, tidak terdapat labioskisis, lidah berwarna merah muda, gigi tidak berlubang, jumlah gigi lengkap.

 Leher
Inspeksi: Tidak ada benjolan.
Palpasi: Kelenjar tyroid: tidak ada nyeri tekan dan pembesaran.
Vena jugularis : tidak ada pembendungan.

 Pemeriksaan Dada
Inspeksi : Bentuk dada simetris, irama pernapasan teratur.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan,getaran suara antara kiri dan kanan sama.
Auskultasi : tidak ada suara tambahan ronchi / wheezing.

 Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : bentuk abdomen simetris,tidak ada lika bekas operasi.
Palpasi: tidak ada nyeri tekan pada semua abdomen.
Perkusi : tympani
Auskultasi : –

 Ektrimitas Atas
Inspeksi : Simetris, tidak ada odem, terpasang infus RL pada tangan kiri, jari – jari tangan lengkap.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan dan krepitasi
.
 Ekstrimitas Bawah
Inspeksi : Tidak simetris,terdapat odem, kemerahan, jari – jari lengkap.
Palpasi : Terdapat nyeri tekan dn teraba panas
3. Data Penunjang

 Diagnosa Medis : Osteosarcoma (kanker tulang).
 Tanggal : 28 – 02 – 2012
– Cek : 1. Cruris : Close fraktur cruris sinistra.
2. Foto Torax : – Paru – paru normal
– Tidak dapat penyempitan jantung

– Data Laboratorium

Nama Pasien : Nn. “E” Tanggal: 27 – 02 – 2012 Umur : 19 tahun
Ruang : Argopuro (bedah)

1. Tes Fungsi Hati Angka Normal
o Bilirubin direct ……….. mg/dl 0,00 – 0,02
Total ……….. mg/dl < 1,00
o SGPOT ……….. U/I L : 25 P : 21
o SGPT ……….. U/I L : 29 P : 22
o Total Protein ….5,4.. g/dl 6 – 8
o Albumin ….3,6.. g/dl 3,4 – 4,2
o Globumin ….1,8.. g/dl 2,2 – 3,6
o Gamma GT ……….. U/I 5 – 38

2. Tes Fungsi Ginjal
o UREA ……….. mg/dl 10 – 50 mg/dl
o KREATIN Serum ……….. mg/dl L : 0,6 – 1,5 P : 0,5 – 12
o Asam Lirat ……….. mg/dl L : 3,4 – 7,7 P : 2,7 – 5,7
o Klierns Kreatin ……….. mg/dl 100 – 130 ml/liter

3. Tes Diabetes
o Gula darah Puasa ……….. mg/dl 80 – 110 mg/dl
o Gula Darah 2 jam pp …… mg/dl 110 – 140
o Gula Darah ACOCC …… mg/dl 140
o HB AC ………… mg/dl 4 – 6

4. Tes Lemak
o Total Kolesterol ………… mg/dl 150 – 250
o HDL ………… mg/dl 45 – 65
o LDL ………… mg/dl < 150
o Tigliserida ………… mg/dl 6 : tidak cemas
– Pasien sudah nampak tidak tegang
– Pasien sudah tidak lagi menanyakan tentang penyakitnya
– Pasien sudah bisa tidur dengan teratur.
• A : Masalah tertasi.
• P : Intervensi di hentikan
– Pasien sudah tidak merasa cemas dan sudah bisa merasa tenang.

 Healty Care

o Anjurkan pasien untuk tetap tenang
o Anjurkan pasien untuk istirahat cukup
o Anjurkan pasien banyak minum air putih
o Anjurkan pasien untuk teratur menjalankan cek up / kontrol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s